|
“hey, tumben kesini, pa kabar?” sapaan khas eya terdengar dari sudut rumah kos yang sudah ditempatinya sejak awal kuliah. Aku langsung bergegas menghampirinya. “Iya nih, kabar baik, aku bawa teman dari Jakarta, seorang pria mapan dan matang, panggilannya Bule” jawabku sambil melirik kearah teman yang menemaniku masuk. “Maksudnya apa nih?” Tanya Eya. “Di mau cari jodoh, ada temen kamu ga yang masih single? Lanjutku. “Hmmm, ada sih, tapi anaknya lagi pergi” Jawab Eya. “Ga jodoh yah” Katanya lagi. “yah ga beruntung deh kalo gitu” Lanjutku sambil memberi isyarat pada bule untuk cepat-cepat pergi dari tepat itu. “Ya udah deh ya, kita cabs untuk meneruskan misi selanjutnya, lagian juga udah ga ada kesempatan untuk deketin kamu, masih sama yang di Yogyakan?” Tanyaku sambil keluar dari pintu samping rumah kos itu. “Kata siapa, masih ada kok” jawab Eya dengan cepat “Beneran nih, hmmm nanti aku telpon yah, masih no yang dulukan?” Kataku. “Iya” Jawab Eya sambil menatap tajam kearahku. Aku dan temanku sudah sampai didepan rumah, motor tiger sudah dinyalakan, akhirnya kita pergi dari rumah kos Eya dibawah hujan rintik. |
| Leave a Comment: |