Setelah seharian aku putar-putar kota, aku pun mengantarkan bule ke hotel tempat dia menginap.
“Bos aku balik dulu yah, capek nih” kataku
“Ok, terima kasih udah antar putar-putar kota seharian, besok pagi aku balik ke Jakarta, titip salam buat teman-teman semua yah” jawab bule.
“siap bos, hati-hati dijalan, maaf ga bisa antar, ada kuliah pagi nih” kataku.
Aku pun berlalu seiring bule masuk ke hotel, dan motorku sedikit kencang aku kendarai.
Sesampai dikosku, aku buru-buru meraih nokiaku dari dalam saku, dan coba hubungi Eya soal pembicaran yang terputus siang tadi.
“hey” kata pertama terdengar dari nokiaku.
“Alo ya, lagi ngapain?” tanyaku
“Lagi rebahan, istirahat, besok pagi dah harus kerja lagi soalnya, kamu lagi ngapain, ga pergi sama teman kamu itu?” tanyanya.
“Ga ya, aku udah anterin dia ke hotelnya, besok pagi udah balik ke jakarta” jawabku.
“Soal kesempatan tadi, beneran nih masih ada kesempatan?” tanyaku lagi.
“hmmmmm, ga!” tegasnya.
“Loh kok, tadi siang katanya masih ada kesempatan” jawabku dengan sedikit bingung.
“iya, ga ada lagi” katanya.
“yah, gimana sih, kalo masih ada kesempatan, aku mau coba nih” sela ku dengan cepat.
“hahaha, ada sih, tapi bukan buat kamu kan, gimana dengan indy nanti?” katanya.
“Bener nih”Jawabku “soal indy nanti aku ceritain deh, tapi bener masih ada kesempatankan?” tegasku lagi.
“iya” kata eya.
“Ok, udah dulu yah, besok kita lanjut lagi, makasih” kataku mengakhiri pembicaraanku dengan eya.